Ajakan Menulis

 

Dalam bingkai : Sampul depan dan belakang antologi Pamong di Bawah Gerhana



Ummi sering mendapati tanya dan pesan pribadi berikut ini, “Apakah Adinda seorang pengasuh atau dosen di IPDN?”.

Jujur, Ummi tergelak membaca berbagai tanya dan pesan itu. Lantas balik menanyakan, “Kenapa kakak menganggap demikian?”

“Karena, media sosial Adinda sangat informatif dan edukatif tentang Ksatrian”, ujar mereka.

Ummi menjelaskan, bahwa diri ini adalah pegawai pemda selama hampir dua dasawarsa. Bukan tenaga pengasuh maupun dosen Ksatrian. Namun, beberapa grup kepamongan yang diikuti, banyak memberitakan kekinian IPDN. Saya hanya meneruskan berbagai informasi tersebut ke dalam akun media sosial.

Salah satu grup yang Ummi ikuti beberapa tahun belakangan adalah Purna Praja Menulis. Di sana tedapat para alumni Ksatrian APDN-STPDN dan IPDN lintas angkatan, yang peduli kepada literasi, keadaan kampus dan kondisi bangsa. Sungguh seru setiap hari ada berbagai informasi seputar kepenulisan, kekinian sekolah pamong baik pusat maupun regional, hingga percakapan politik kenegaraan.

Lantas, tergerak hati kami untuk mengerjakan proyek menulis bersama. Hasil yang diinginkan adalah terbitnya buku antologi kepamongan. Proyek pertama kami menulis kiprah pengabdian para purna praja bersama tantangannya.

Kegiatan ini diawali dengan menulis kerangka naskah, membuat time schedule, menyusun kepanitiaan kecil, mengumumkan ajakan menulis untuk purna praja se-nusantara, menulis naskah pendek, menghimpun, memeriksa dan mengulas draft buku, hingga mengajukan kepada penerbit.

Ketika flyer ajakan menulis bersama untuk purna praja se-nusantara beredar melalui media sosial, terasa sekali antusiasme dan imbal balik para alumni Ksatrian. Ternyata, gebrakan awal ini ramai di kolom komentar, meski agak sepi pada kontribusi tulisan wkwk.

Hanya terdapat delapan orang yang berhimpun menulis karya berjudul Pamong di Bawah Gerhana ini. Lumayanlah, sebagai awalan seri kepamongan.

Buku Pamong di Bawah Gerhana ini terbit setelah Sulur Kerinduan, masih pada tahun 2024. Naskah tersebut diawali dengan pengantar Ketua Tim Purna Praja Menulis : Prof. Muhadam Labolo. Ketika itu Beliau masih sebagai Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN. Kini telah diamanahi negara sebagai Direktur Sekolah Pasca Sarjana IPDN.

Ummi berterimakasih kepada Kakanda Jose Rizal---penulis novel Sang Abdi Praja, yang telah berkenan merekrut masuk Grup Purna Praja Menulis. Sungguh ketetapan Allah yang indah, dan semakin menguatkan personal branding sebagai pamong wanita penulis.


ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ
مَاشَاءَ اللهُ تَبَارَكَ اللهُ
مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Komentar

Postingan Populer