Aku Menjadi Dia
Dalam bingkai : Sampul depan dan belakang edisi revisi Novel Duet Nagara Bhakti, dengan Tante Ranti Arsyana
Sebutan sebagai penyintas, disematkan untuk optimisme. Ummi telah berpindah fasilitas dan tenaga kesehatan mental, dari Kediri ke Blitar. Kondisi terberat yang merapuhkan pertahanan diri, telah berhasil dilewati. Obat racikan tidak lagi dikonsumsi, hanya menyisakan vitamin penyeimbang mood. Itupun dengan dosis sangat rendah. Menurut seorang dokter, aman diminum setiap hari sepanjang hayat.
Maka penyintas schizophrenia seperti Ummi ini, harus selalu bersyukur. Karena telah melewati fase hidup sangat berat dan rapuh. Sudah selayaknya, mengisi usia dengan lebih baik dan bermanfaat.
Pada pertengahan tahun 2022, Dedek Salma lahir. Bertambah lagi amanah Abi dan Ummi sebagai orang tua empat anak perempuan. Kami kerap memanggil mereka dengan sebutan bidadari.
Karier Ummi berpindah haluan. Secara resmi disetarakan sebagai tenaga fungsional. Pustakawan.
Lantas, Ummi tergerak hati untuk merevisi Novel Nagara Bhakti. Setelah beberapa tahun sebelumnya sempat kami pajang pada platform digital : Komunitas Bisa Menulis.
Revisinya sederhana. 'Hanya' mengubah sudut pandang para tokoh dalam cerita. Dari point of view orang pertama, menjadi orang ketiga. Penyebutan 'aku' menjadi 'dia' atau nama sang karakter.
Penerbit juga kami alihkan. Meski sesama indie, namun Indiva Mitra Pustaka sebagai bagian PT Indiva Media Kreasi, adalah salah satu penerbit mayor negeri ini yang concern pada karya-karya untuk keluarga.
Last but not least, perwajahan buku dirombak total pula. Menjadi kartun dua sosok wanita pengabdi negeri, di depan Gerbang Ksatrian IPDN Jatinangor.
Alhamdulillah, sambutan pembaca sangat baik. Bahkan kebiasaan membeli untuk dihibahkan kepada perpustakaan daerah masing-masing, masih berlanjut.
***
Dasar peradaban suatu bangsa yang kokoh, adalah ketahanan keluarga yang kuat. Dengan penanaman niat, tekad dan pelaksanaan nilai-nilai yang teguh serta berkesinambungan, antara ayah, ibu, anak-anak hingga karib kerabat---biidznillah menumbuhkan semangat yang tinggi untuk membentuk masyarakat madani.
Novel duet Nagara Bhakti : Senandung Cinta Wanita Praja, mengusung tema keluarga yang hangat. Karya keluaran Penerbit Indiva ini bercerita tentang pergulatan batin Rania sebagai anak sulung, dalam membahagiakan Indo dan Ambo, dengan menuruti titah kedua orang tuanya itu untuk mendaftarkan diri ke Ksatrian STPDN (sebutan lawas sebelum IPDN).
Lantas, sebaliknya, novel ini juga berkisah tentang Yasmin Athifa, yang bersikukuh ingin menjadi Wanita Praja selulus SMA. Meski itu 'memangkas' kecantikannya, sebagai putri tunggal kesayangan Papa dan Mama.
Tidak cukup demikian. Kelak, selulus dari Ksatrian, akan terdapat kisah Rania dan Sahasya dalam merawat cinta dan membina biduk rumah tangga di daerah perbatasan. Hingga perjuangan Yasmin dan Candra, dalam menggapai kebahagiaan sejati sebagai suami istri untuk memperoleh keturunan.
Nagara Bhakti sangat istimewa, menurut blurb sampul belakangnya. Sebab untuk pertama kali Wanita Praja bertutur tentang Ksatrian, setelah sekian banyak Praja dan alumni putra berkarya.
Karya ini juga mengedukasi masyarakat atas pernak-pernik kehidupan perempuan abdi negara. Yang kerap kali dihadapkan dengan pilihan sulit. Apakah keluarga dahulu, atau negara yang lebih utama?
***
Pada tahun 2023 saat edisi revisi Nagara Bhakti terbit, Ummi juga mulai rutin mengunggah tulisan pada website RantauAnggun.com. Membuka komunikasi kembali dengan pembaca, melalui akun Facebook, Instagram dan Tiktok.
Semampunya. Selama tidak menyelisihi kehidupan pengabdian pada negara dan keluarga.



Komentar
Posting Komentar
Sila tinggalkan jejak komentar, saran, masukan, kritik dan segenap tanggapan. Ummi tidak setiap hari memeriksa blog ini. Namun, insyaa Allah diusahakan membalas semampunya apabila senggang. Terima kasih atas kunjungannya :)