Bukan Ustadzah

 


Dalam bingkai : Sampul depan dan belakang Sulur Kerinduan



Kenapa Ummi membuat kilas balik dan proses penulisan berbagai karya?

Sebab, ini semua berangkat dari kesadaran, bahwa sebagian karya tersebut terbit beriringan dengan masa-masa yang cukup sulit. Baik dalam hal keuangan, kesehatan hingga karier pekerjaan. Namun, alhamdulillaah biidznillaah, Ummi dimampukan melampauinya. Bahkan menghiasi setiap perjalanan hidup dengan signature masterpiece.

Semenjak mengandung dan melahirkan Dedek Salma pada tahun 2022, Ummi berpindah fasilitas kesehatan jiwa. Jika sebelumnya di RS Bhayangkara Kediri, mendapatkan obat racikan dan vitamin penyeimbang mood. Maka, sejak tahun 2022, saya berpindah ke RSUD Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar. Karena sudah tidak bergejala sedih berlebihan dan trauma masa lalu, obat racikan ditiadakan. Hanya menyisakan Olanzapine, sang vitamin penyeimbang mood.

Ummi jalani masa-masa tenang sampai sekarang, dengan memperbanyak ibadah, mempererat hati dengan sesama manusia, berolahraga dan berkarya lewat aksara. Sebagai ungkapan syukur, karena dikaruniai kesempatan untuk lepas dari masa-masa sulit.

Tentang karya berikutnya yang akan kita bahas, berjudul Sulur Kerinduan. Sebelumnya, Ummi ingin menegaskan dahulu. Bahwa diri ini bukanlah seorang ‘alimah, ustadzah, bu nyai atau guru ngaji. Meski di dalam rumah, bisa saja setiap bunda adalah madrasah pertama anak-anaknya. Tetapi memang, saya tidak mengenyam pendidikan khusus dalam ilmu agama.

Setelah Anda sebagai pembaca mengikhlaskan itu semua. Silakan pelan-pelan menelusuri buku ini. Mungkin tidak ada yang baru. Beberapa nasehat bersliweran di beranda media sosial. Atau terdapat pada buku para asatidz asatidzah. Namun, jangan khawatir, tetap ada aroma aksara khas tersendiri.

Ummi sendiri mengutip, menyusun, memadukan ayat dan hadits hingga mengabadikan berbagai tausiyah itu pada website RantauAnggun.com. Ada pula sekelumit pengalaman hidup selaku putri, istri dan ibu yang berkesan. Lantas terpikir, bagaimana jika dibuatkan versi cetaknya pula? Sebab, masih banyak masyarakat yang gemar membelai lembar demi lembar halaman buku.

Sulur Kerinduan diterbitkan oleh penerbit langganan : Indiva Mitra Pustaka, pada tahun 2024. Berdampingan dengan meningkatnya keuntungan penjualan buku-buku sebelumnya, dan infaq Ummi di jalan dakwah aksara ini. Sebab, selain dari laba penjualan buku, sebagian biaya penerbitan berasal dari penghasilan sebagai ASN yang mulai menanjak. Seiring bertambahnya masa kerja, pangkat dan golongan.

Sulur Kerinduan berisi 30 narasi hikmah dan beberapa puisi sebagai bonus. Dibuka dengan testimoni beberapa sahabat muslimah, yaitu para purna wanita praja dan rekan kerja di kantor. Sebagaimana judulnya, karya yang bersampul ungu ini merupakan rangkaian rasa kangen Ummi terhadap dakwah.

Sejak tahun 2017, Ummi memutuskan untuk tidak mengaji lagi. Ujian setiap orang, tidak bisa diperbandingkan. Maka, keputusan untuk hanya mengaji ilmu melalui tayangan Youtube ataupun media sosial lainnya, adalah sarana menuntaskan rasa kangen terhadap penyampaian amar ma’ruf nahi munkar.

Semua ini berawal dari perenungan panjang, atas kiprah sebagai hamba Allah. Akhirnya setelah dipertimbangkan, terpaksa peranan sebagai anggota organisasi kemuslimahan, Ummi lepaskan. Sekali lagi, jika saat ini Anda bisa menjalankan semua jalan hidup dengan seimbang, itu jangan lantas dibandingkan dengan ikhtiar saya mencapai kebaikan ini.

Ah iya, tahun 2024 ini adalah tahun yang sangat produktif bagi Ummi. Karena terbit dua buku solo dan dua buku antologi kepamongan. Makin menguatkan itikad perjuangan qalam yang Ummi sematkan dalam kalbu.


ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ
مَاشَاءَ اللهُ تَبَارَكَ اللهُ
مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Komentar

Postingan Populer