Kiprah Awal
Dalam Bingkai : Sampul depan antologi A Sweet Candy For Teens
Apapun bisa menjadi latar belakang niatan kita menulis. Sekedar kesenangan, gerakan amal, proyek dengan pihak tertentu, hingga mata pencaharian utama. Tidak ada yang salah dari itu semua, yang penting halal dan bermanfaat bagi sesama.
Jadikan kesenangan, amal, proyek kerjasama dan pekerjaan kepenulisan ini sebagai lelakon ibadah. Dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dan pengaruhnya terhadap pembaca, bahkan masyarakat luas.
Bagi Ummi, aksara bertenaga tak lahir dari sosok pengarang yang tenar saja. Karya-karya sederhana penulis pemula, namun mampu menyentuh kesadaran masyarakat dalam berliterasi; baik jiwa, raga, kebatinan dan pikirannya---itu juga layak diperhitungkan.
Alhamdulillah, beruntungnya Ummi bersahabat dengan beberapa pengarang pemula belasan tahun silam. Mereka sangat ramah dan hangat. Bahkan, dengan Ummi berganti-ganti akun fesbuk, tak melunturkan keramahan serta kehangatan itu. Mereka tetap mau berteman dengan saya.
Media sosial Facebook kisaran tahun 2009 hingga 2011 mengenalkan Ummi pada berbagai komunitas maya kepenulisan. Kebanyakan, anggotanya adalah gadis, jejaka dan ibu-ibu usia muda kala itu. Jika senggang, kami sesekali mengadakan proyek menulis bersama dalam karya antologi. Beriringan dengan saling berbagi tips dan trik menulis, menembus penerbit mayor, informasi berbagai lomba, dan lain sebagainya.
Buku antologi pertama yang Ummi tulis adalah A Sweet Candy for Teens. Terbitan Elexmedia Komputindo, pada tahun 2011. Kami menulis pengalaman pribadi atau orang terdekat, di masa mudanya.
Ummi menulis kisah Abi semasa remaja dalam memaknai kehidupan sebagai pemuda tampan dan hijrah pada jalan dakwah. Karena ini adalah cerita suami sendiri, tentu tidak mengalami kendala berarti dalam wawancara. Bahkan semakin menambah cinta kami berdua. Saling bercermin dan bersyukur.
Abi bercerita tentang jatuh bangkitnya menjaga kehormatan sebagai perjaka Muslim, di tengah gempuran pergaulan bebas masa itu. Hingga beliau bisa berkenalan dengan para asatidz dakwah, dan dijodohkan melalui proses ta’aruf dengan Ummi. Semuanya, secara ringkas, terdapat dalam buku antologi A Sweet Candy for Teens ini.
Buku yang kami tulis bersama-sama dengan ibu pengarang muda tahun 2011 tersebut, merupakan karya Ummi pertama yang dikenal publik secara luas. Tak hanya di lingkup alumni praja dan birokrat Pemerintah Kota Blitar.
A Sweet Candy for Teens merupakan kiprah awal Ummi sebagai penulis lulusan Ksatrian. Walaupun, kala itu, sama sekali belum terpikir untuk melabeli diri sebagai pengarang purna wanita praja. Konon, saat ini sudah menjadi bacaan yang diobral murah penerbitnya. Bahkan, mulai susah dicari, kendati di lapak daring sekalipun wkwk.
Mengenang buku ini, Ummi ingin berterimakasih pada seluruh ibu pengarang negeri yang telah membuka pintu silaturahim dan ilmu. Semoga sehat selalu, Bunda Leyla Hana, Bunda Eni Martini, Bunda Riawani Elyta, Bunda Ade Anita, Bunda Shabrina Ws, Bunda Wiwik Waluyo, Bunda Adya, Bunda Irma Irawati, Bunda Afifah Afra, Budhe Dhani Pratiknyo, dan sederet dimas adinda penulis : Wawat Smart, Ana Falesthein, Arul Chandrana dan seterusnya yang mohon maaf tidak bisa Ummi sebutkan satu persatu, ya.
Dan, kini belasan tahun kemudian. Aksara mereka makin bertenaga, nama mereka makin dikenal masyarakat luas, peranan mereka mulai merambah proyek-proyek kepenulisan dengan pemerintah. Ummi turut bangga dan bersyukur.
Sukses selalu dan semoga senantiasa istikamah menggurat aksara kebaikan, untuk kita semua. Aamiin Yaa Rabb.
ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ
مَاشَاءَ اللهُ تَبَارَكَ اللهُ
مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ



Komentar
Posting Komentar
Sila tinggalkan jejak komentar, saran, masukan, kritik dan segenap tanggapan. Ummi tidak setiap hari memeriksa blog ini. Namun, insyaa Allah diusahakan membalas semampunya apabila senggang. Terima kasih atas kunjungannya :)