Tekad Arunika

 

Dalam Bingkai : Sampul depan dan belakang Kekokohan yang Lembut

Banyak yang mempertanyakan, kenapa Ummi tidak mengajukan karya kepada penerbit mayor ataupun platform digital yang dibaca dengan berbayar koin?

Bukannya Ummi anti kepada kemapanan. Bukannya ngga mau royalti yang rutin dan lumayan. Bukannya ngga menginginkan keberlimpahan cuan.

Seorang senior purna praja, pernah menyampaikan kepada Ummi, mungkin inilah jalan takdir terbaik. Ada kepuasan batin karena sambutan pembaca, bahwa karya-karya itu menginspirasi mereka. Atau lewat undangan sebagai narasumber, pengulas dan juri---pada instansi, sekolah, jejaring sahabat dan seterusnya. Atau keuntungan penjualan buku, yang mungkin tak seberlimpah royalti penulis lain---namun bisa diputar lagi untuk menerbitkan karya selanjutnya.

Semua itu, mengejawantah tekad arunika. Mewujud komitmen yang sehangat matahari terbit di ufuk timur. Untuk menjadi motivator literasi –mengutip julukan yang disematkan Purna Walikota Dwarawati masa bhakti 2006-2007, Adinda Dr. Sartika Mayasari- yang dapat menebar manfaat pada sekitar.

Hingga, biidznillaah Ummi dapat berdiri tegar sampai sekarang. Menjadi apa-apa yang diamanahkan Allah, dalam kehidupan ini.

***

Tahun 2023, agaknya menjadi awal produktivitas yang lumayan tinggi. Jika dilihat dari intensitas berkarya, pada masa sebelumnya. Selain edisi revisi Nagara Bhakti, telah terbit satu buku solo berjudul Kekokohan yang Lembut.

Sejak awal kiprah kepenulisan, memang Ummi meniatkan segenap karya sebagai lambang rasa syukur kepada Allah Subhana wa Ta’ala. Terhadap hikmah yang terserak, mulai dari dalam rumah ketika mengasuh anak-anak. Lantas, gagasan sepanjang perjalanan menuju kantor. Kemudian, serpihan judul untuk menjadi awal feature, dalam tiap kiriman pada website RantauAnggun.com---yang mana itu jasa ulama, salafus shalih dan para nabi serta rasul-Nya. Hingga, berbagai keajaiban dalam lebih 42 tahun usia raga ini.

Kekokohan yang Lembut adalah kumpulan kisah hikmah penempaan selama kuliah di Ksatrian STPDN-IPDN, maupun maknanya dalam mengabdi sebagai ASN Pemerintah Kota Blitar. Terdapat 14 catatan hasil perenungan, terhadap arti pengajaran, pelatihan dan pengasuhan, yang Ummi dapatkan, pada kisaran tahun 2002-2006. Juga, terdapat beberapa kesan dan opini berbagai tokoh, sebagai para pembaca pertama, dalam naskah ini.

Pada tahun 2023 pula, Ummi bergabung dengan Tim Purna Praja Menulis (PPM), yang dihimpun dalam satu grup whats’app. Sejauh ini, Tim PPM merupakan komunitas kepenulisan yang terasa seperti pulang. Meski di sana, pengarang perempuan sangat sedikit. Namun, kesamaan temperatur seolah menghapus kecanggungan.

Tim PPM terdiri atas lintas angkatan alumni sekolah pamong, yang concern pada literasi. Bahan percakapan kami sehari-hari juga beragam. Mulai dari proyek menulis antologi purna praja, karya pribadi, keadaan terkini Ksatrian IPDN hingga kondisi politik pemerintahan negara.

Sungguh, tahun 2023 itu, adalah era yang penuh makna dan hikmah. Masyaa Allah tabarakarrahman.


ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ
مَاشَاءَ اللهُ تَبَارَكَ اللهُ
مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Komentar

Postingan Populer