UMMI PAMIT : LEPAS KIPRAH MENULIS HIKMAH KSATRIAN STPDN-IPDN
Ini tidak mudah. Perlu waktu beberapa tahun, sampai Ummi dengan rela hati, bahkan membuat pemberitahuan tertulis kayak gini. Dan, sebenarnya juga tidak drastis langsung, ya
Ummi bukannya berpuas diri. Tidak.
Ummi sangat jauh dan berkekurangan dalam menggurat karya. Namun, menulis lebih dari sembilan buku, bertema Ksatrian -baik hikmah penempaan ketika pendidikan, maupun sesudah lulus- rasanya sudah lebih dari cukup. Apalagi, jarak antara pengukuhan angkatan kami sebagai pamong praja, hingga kini mengabdi di daerah masing-masing, telah mencapai dua dasawarsa. Sejak 2006 diwisuda oleh Menteri Dalam Negeri dan dilantik oleh Presiden masa itu.
Ksatrian STPDN-IPDN, telah menggapai kegemilangan. Dalam pandangan Ummi, selaku saksi hidup peralihan proses pembinaan : antara sebelum, ketika terjadinya dan pasca Pamanda Wahyu Hidayat wafat.
Ksatrian selalu terbaik, dan makin baik, bagi Ummi. Dan insyaa Allah bagi nusa bangsa.
Maka, Ummi cukupkan menulisnya pada buku kesembilan tentang Ksatrian. Dari seluruh 16 karya, yang diperkenankan Allah untuk terbit.
Pada penjelasan sebelumnya, Ummi tulis ini akan bertahap. Hati, jiwa dan raga Ummi terbuka untuk acara bedah buku maupun peluncuran buku bertema tentang Ksatrian. Atau pemesanan karya-karya seputar itu. Pertemanan dengan berbagai akun purna praja juga insyaa Allah akan berlanjut, biidznillah sampai akhir hayat.
Hanya saja, secara bertahap, segenap postingan tentang Ksatrian akan berkurang. Secara bertahap pula, karya akan bertutur tentang hikmah kekinian serta kiprah sehari-hari kami.
Kepada seluruh jajaran purna praja dan sivitas akademika Ksatrian IPDN, serta seluruh masyarakat pembaca (baik langsung maupun daring), Ummi haturkan permohonan maaf. Juga terimakasih tak berhujung. Karena panjenengan semua, telah telaten menyambut baik segala ketukan jemari ini.
Semoga setelah ini, jika memang Allah berkehendak, akan hadir karya-karya tentang Ksatrian, dari adimas dan adinda purna praja lain yang berbakat, serta lebih cerlang cahaya aksaranya. Barokallahu fiikum.



Komentar
Posting Komentar
Sila tinggalkan jejak komentar, saran, masukan, kritik dan segenap tanggapan. Ummi tidak setiap hari memeriksa blog ini. Namun, insyaa Allah diusahakan membalas semampunya apabila senggang. Terima kasih atas kunjungannya :)